o

 [UPT.INRIK - UNIVERSITAS PADJADJARAN

 

 

 






 

 

Studi Tentang Sosial Ekonomi Pada Situs Candi Bojong Menje,

Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung

 

Candi Bojong Menje, terletak di RT 02, RW 02, Kampung Bojong Menje, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat. Candi tersebut ditemukan oleh Ahmad Muhammad bersama kawan-kawannya secara tidak sengaja pada 19 Agustus 2002. Penemuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan penggalian (ekskavasi), dengan hasil ditemukannya kaki candi berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 6 x 6 meter, serta temuan lainnya berupa yoni yang gagal dibuat, fragmen gerabah, dan kotak batu dari batuan tufa. Temuan Yoni sebagai lambang Dewa Siwa menjadi indikator bahwa agama yang melatarinya adalah agama Hindu. Gaya candi relatif sederhana diperkirakan sejaman dengan gaya candi Jawa Tengah pada abad 7 – 8 Masehi.

Lingkungan Candi Bojong Menje terletak di atas kompleks pemakaman umum, dikelilingi areal pabrik dan pemukiman penduduk yang sangat padat. Jalan menuju situs, baik dari jalan raya maupun dari perkampungan sekitar, adalah lorong sempit di antara perumahan penduduk dan tembok sebagai batas wilayah pabrik. Tidak jauh dari lokasi candi, sekitar  terletak Sungai Cimande yang berjarak sekitar 75 meter.

Untuk menyelamatkan dan melestarikan Candi Bojong Menje, pada 1 – 3 November 2002 telah dilaksanakan lokakarya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat. Tujuan lokakarya ini adalah untuk mensosialisasikan hasil penelitian (ekskavasi) dan langkah-langkah pelestarian candi. Salah satu hasil lokakarya adalah kegiatan studi lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi.

Penelitian lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya di sekitar situs candi, belum banyak dilakukan. Penemuan candi yang terjadi di tengah permukiman masyarakat telah berkembang padat, selalu menyebabkan terjadinya benturan kepentingan. Di satu sisi, kepentingan pelestarian dan pengembangan ilmu arkeologi yang bertujuan untuk menggali sejarah masa lalu, dan di sisi lain, kepentingan sosial, ekonomi, dan budaya masa kini tidak banyak bersentuhan dengan keberadaan candi. Akibat dari benturan ini, masyarakat di sekitar kawasan candi akan menemui dua hal, dalam kaitannya dengan pengembangan kawasan candi. Pertama, kawasan candi dapat dijadikan sumber daya peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan, dan kedua, pengembangan kawasan candi dapat menimbulkan masalah bagi mereka karena adanya benturan kepentingan di atas. Untuk mengetahui masalah-masalah yang mungkin timbul dan kemungkinan cara mengatasinya, perlu dilakukan studi tentang kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat sekitar kawasan candi.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penataan kawasan situs purbakala yang diajukan oleh Mundarjito dalam sebuah makalahnya, “Perencanaan Tata Ruang Situs Arkeologi” yang disajikan dalam Workshop Pelestarian dan Pengembangan Kawasan Percandian Situs Batujaya Kabupaten Karawang, yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemerintah Propinsi Jawa Barat, pada 15 – 18 April 2002 di Cikampek – Karawang.

 

back


Home | Article | Archive | Photo Gallery  

 Copyright. INRIK UNPAD
For problems or questions regarding this web contact [inrik@melsa.net.id].
Last updated: 04/04/03.